Biaya Top Up Uang Elektronik Bebani Pengguna Jalan Tol

 K-Lite FM,  19-09-2017 10:35:23

  

Rencana Bank Indonesia mengizinkan perbankan mengenakan biaya atau untuk isi ulang atau top up uang elektronik menuai pro dan kontra. Banyak yang menilai seharusnya beban dari penggunaan uang elektronik dikenakan kepada bank atau penyedia infrastruktur bukan pada masyarakat dalam hal ini pengguna tol.

Untuk itu, dilansir dari kompas.com, Kepala Badan Usaha Jalan Tol, Herry Trisaputra Zuna mengungkapkan agar kebijakan itu dipikirkan ulang, Sebab bagi pengguna jalan tol, hal itu akan akan menjadi beban tambahan.

Meski begitu, bila kebijakan itu tetap diakukan, maka pihaknya berharap biaya untuk isi ulang uang elektronik tidak terlalu besar sehingga beban yang diterima masyarakat, terutama pengguna jalan tol, tidak terlalu besar. Terlebih, pembayaran di jalan tol akan dilakukan secara non tunai pada 31 Oktober 2017 mendatang.

Komentar

Counting


LATEST TUNE-IN