Jeihan Rilis Buku Maestro Ambang Nyata dan Maya

 K-Lite FM,  01-06-2017 13:29:35

  

20170601_131118

Bandung- Sebagai salah satu perupa legendaris Indonesia yang tinggal di Bandung, Jeihan meluncurkan buku berjudul JEIHAN: Maestro Ambang Nyata dan Maya.

Penulis buku Mikke Susanto menjelaskan sekitar 14 bab khusus disajikan terkait dengan pola hidup Jeihan sebagai pelukis dan pribadi yang khas. Sebagai bagian dari utama tersaji pemikiran khas Jeihan tentang kehidupannya di ambang dunia realitas dan non-realitas.

“Hidupnya kaya talenta seni rupa dan sastra. Sekaligus mengalamu dinamika yang luar biasa, menjadikan dunia Jawa yang bernafaskan Hindu, Islam dan Barat bersatu padu di dalam jiwanya,”katanya kepada wartawan di Bandung, Kamis (1/6/2017)

Menurut Mikke, buku yang diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia ini berkisah tentang banyak hal. Perkenalan dan hubungan antara Jeihan dan Mikke Sudanto selama lebih 4 tahun tersebut, selain menghasilkan pameran terkurasi, juga catatan yang terkait dengan aktivitas hidup dan seni Jeihan.

“Proses penulisan buku ini selama dua tahun yaitu dari 2015-2017. Melukis dan berpikir menjadi satu sepanjang hidupnya,”paparnya.

Dalam peluncuran buku ini, dihadiri sejumlah senimam dan pakar seni. Diantaranya Tisna Sanjaya (perupa dan staf pengajar ITB), Prof Jacob Sumardjo (Budayawan), Nasirun (Perupa), HM Naseuddin Anshoriy Ch (Penulis dan pengasuh Trend Budaya ilmu Giri, Yogyakarta) dan KH. Zawawi Imron (Penyair) yang diminta sebagai pembahas.

“Ada juga dua guru besar yaitu Prof Endang Caturwatu dan Prof Dr Wiendhu Nuryanti yang turut berkomentar dalam pelluncuran buku ini,”tambah Mikke.

Selain itu, di tenpat yang sama ditampilkan pula pameran Tunggal “Sufi/Suwung” yang digelar tanggal 2 hingga 20 Juni 2017.

Pameran ini menampilka berbagai lukisan yang bertemakan keilahian. Lebih tepatnya hubungan antara Jeihan dan Keesaan Allah.

“Setidaknya dua puluhan lukisan yang disajikan menggambarkan dunia sunyi Jeihan yang mengangkat makna diri manusia dan sufi,”tuturnya.

Di luar itu, hubungan nusantara sebagai negeri rahmatalil alamin juga disajikan. Berbagai lukisan ini merupakan tema khusus yang telah dibahas dalam buku terbaru.

Mikke menambahkan, di usianya yang telah menginjak 79 tahun ini Jeihan telah matang dan mapan sebagai manusia. Pameran dan peluncuran buku ini baginya menjadi tanggung jawab sosial dan spiritual dalam menjalani kehidupan.

“Melalui karyanya, Jeihan ingin mengajak semua lapisan masyarakat menikmati puasa penuh berkah dan mengapresiasi seni yang selama ini dijalani,”pungkasnya.

Komentar

Counting


LATEST TUNE-IN