Indag Jabar Dorong Kecintaan Terhadap Produk Dalam Negeri

 K-Lite FM,  12-05-2017 14:00:10

  

IMG-20170512-WA0003-1

Bandung- Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Dinas Perindustrian (Indag) Jawa Barat menggulirkan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) untuk menumbuhkan kecintaan terhadap produk dalam negeri .

Kepala Dinas Indag Jabar, Hening Widiatmoko mengatakan setiap provinsi wajib  melaksanakan program tersebut. Salah satunya mengadakan pameran yang menampilkan produk dalam negeri.

“Kita selalu bilang aku cinta Indonesia 100 persen produk Indonesia, itu seharusnya bukan hanya slogan dan jargon dan jangan cuma berhenti sampai di situ saja. Setiap tahun ada kegiatan ini sebagai upaya kita mengkampanyekan produk dalam negeri,”katanya kepada wartawan di Bandung, Jumat (12/5/2017)

Menurutnya, untuk di Jabar sendiri khususnya kota Bandung, Indag Jabar membidik kalangan menengah ke atas sehingga dilakukan sosialisasi di tempat yang strategis seperti mall.

“Kita mengedukasi yang berpendidikan, generasi muda. Selain itu mengedukasi konsumen yang memiliki status ekonomi menengah ke atas,”tuturnya.

Widi menilai dengan adanya P3DN ini sebagai upaya bersama untuk tidak menghentikan penggunaan produk dalam negeri. Termasuk mengadakan blind test yang bertujuan untuk melihat seberapa pentingnya mengkonsumsi daging impor.

“Kenapa sampai pak Menteri Perdagangan datang ke Bandung karena para pedagang mengaku bahwa konsumen lebih menyukai daging lokal, mereka tidak mau yang impor. Begitu dagingnya dingin mereka engga mau karena daging itu impor,”ungkapnya.

Menurutnya, pemahaman tersebut harus diluruskan karena daging yang sudah memasuki cafe dan restoran yang sudah diolah menjadi steak itu adalah daging impor.

Selain itu, Indag Jabar membuka kesempatan untuk mengedukasi masyarakat bahwa pendapat tersebut tidak benar karena alasan kesehatan bahwa daging sapi impor beku lebih higienis maka diperbolehkan mengkonsumsinya.

“Saya sampaikan, kalau bisa menggunakan daging sapi impor beku sebagai pilihan kenapa enggak karena sudah dibuat oleh pak Menteri Perdagangan,”ungkapnya

Widi sapaan akrab Kadis Indag Jabar mengungkapkan pemerintah sudah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk daging sapi impor sebesar Rp80 ribu perkilogram.

“Yang menjadi maslaah jika harga tersebut tidak diminati bagaimana? Sehingga pedagang pun tidak menyediakan daging sapi impor. Mereka mengeluh jika menjual daging sapi beku impor karena harus menyiapkan freezer yang bisa menyimpan dengan kapasitas yang cukup,”jelasnya.

Namun, di sisi lain, sambung Widi, produk dalam negeri itu sudah memiliki kualitas dan kemasan yang sudah baik dan harganya pun terjangkau masyarakat.

Dia berharap dari kegiatan ini ada keinginan untuk memulai kecintaan produk dalam negeri. Termasuk di era perdagangan bebas ini, pihaknya mengimbau agar masyarakat lebih mencintai produk lokal.

“Kalau kita bilang NKRI maka harus melakukan sesuatu. Peningkatan penggunaan produk dalam negeri juga membantu ketergantungan kita terhadap barang impor,”pungkasnya.

Komentar

Counting


LATEST TUNE-IN